Lokakarya dan Konferensi Nasional Pengelolaan Jurnal Ilmiah Ekonomi Islami
Dalam rangka mengoptimalkan peran penelitian dalam mendukung kemajuan ekonomi islami, Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam (LEBI), Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Lokakarya dan Konferensi Nasional Pengelolaan Jurnal Ilmiah Ekonomi Islami selama dua hari, Jumat-Sabtu, 12-13 Juni 2009. Kegiatan yang dibuka oleh Dr. Eko Suwardi, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ini dihadiri oleh 50 orang dari berbagai perguruan tinggi yang telah atau berminat untuk menerbitkan jurnal ilmiah ekonomi islami. Di antaranya adalah utusan dari STAIN Lhokseumawe, Universitas Jambi, IAIN Raden Fatah Palembang, STEI Tazkia Jakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang dan STAIN Palopo. Juga, utusan dari STAIN Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, STEI Hamfara Yogyakarta, STAIN Salatiga, STAIN Kudus, Universitas Batik Surakarta, STAIN Jember, STAIN Tulungangung dan Universitas Wahid Hasyim Semarang. Dari luar perguruan tinggi juga hadir utusan dari lembaga penelitian seperti Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) Dompet Dhuafa dan organisasi mahasiswa seperti Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI).
Sebagaimana disebutkan oleh Duddy R. Donna dalam sambutannya mewakili kepala LEBI FEB UGM, Lokakarya dan Konferensi Nasional Pengelolaan Jurnal Ilmiah Ekonomi Islami dilaksanakan dengan dua tujuan. Pertama, mengevaluasi kinerja jurnal ilmiah ekonomi islami saat ini dan peluang/tantangan pengembangannya di masa datang. Kedua, mendorong dan memfasilitasi kerjasama di antara pengelola jurnal ilmiah ekonomi islami dalam rangka mendukung peningkatan kualitas penelitian ekonomi islami. Lebih dari itu, dengan Lokakarya dan Konferensi Nasional Pengelolaan Jurnal Ilmiah Ekonomi Islami ini diharapkan dapat memperkuat citra ekonomi islami sebagai sebuah kajian akademik yang ilmiah dan bukan semata-mata sebagai sesuatu yang layak dikaji dalam pengajian-pengajian di mimbar masjid.
Berbagi Pengalaman
Sementara itu, terkait alasannya hadir dalam Lokakarya dan Konferensi Nasional Pengelolaan Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, salah seorang peserta asal Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Budi Harsanto mengatakan bahwa ia ingin belajar dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi lain. “Kebetulan di Unpad belum ada jurnal khusus ekonomi islami” katanya.
Indeks Berita | Tambah Berita